Tuesday, 21 November 2017

Tawadhu'di hadapan Kebenaran

   *بسم الله الرحمن الرحيم*

     _*TAWADHU' DIHADAPAN KEBENARAN*_
                         *Berfirman  الله تعلى*
    
*تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ*

_*Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerosakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa*_[ QS.Al-Qashash 83 ]

Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji di hadapan  الله dan seluruh makhluk-Nya. *Yang demikian adalah hiasan akhlaq insan yang bertaqwa*

    🐠🐠  _*Sudahkah kita memilikinya*_?🐠🐠

Kadangkala tanpa terasa *gelar keilmuan* menghantarkan pada sikap *kesombongan diri*, meremehkan kebenaran yg datang dr orang lain kerana dirinya telah berilmu agama lebih tinggi *predikat sosial* telah tergenggam dilingkungan masyarakat sehingga *menganggap semua orang memerlukan dirinya* inilah hijab hati yg berbahaya.

Tawadhu' adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Ertinya, *janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang*. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu....
Setiap orang mencintai sifat tawadhu' sebagaimana الله dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.
Lawan dari sifat tawadhu’ adalah takabbur (sombong), sifat yang sangat dibenci الله dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya: *Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain*.” (Shahih, HR. Muslim no. 91 dari hadits Abdullah bin Mas’ud )   
Fudhail bin Iyadh *seorang ulama generasi tabiin* menerangkan:
*عن ابراهيم قال سألتُ الفُضَيل : "مَا التَّوَاضُعُ؟"، قال : أَنْ تَخْضَعَ لِلْحَقِّ وَتَنْقَادَ لَهُ وَلَوْ سَمِعْتَهُ مِنْ صَبِيٍّ قَبِلْتَهُ مِنْهُ، وَلَوْ سَمِعْتَهُ مِنْ أَجْهَلِ النَّاسِ قَبِلْتَهُ مِنْهُ*
Dari Ibrahim ia berkata, "Aku bertanya kepada Al-Fudhail bin 'Iyaadh, apakah itu tawadhu?". *Beliau berkata, "Engkau tunduk dan patuh kepada kebenaran, meskipun engkau mendengar kebenaran dari seorang anak kecil maka kau terima, meskipun engkau mendengar kebenaran dari manusia yang paling bodoh maka engkau terima*" (Hilyatul Auliyaa' 8/91)
*Ibnul Qayyim  dalam kitab Madarijus Salikin* (2/333) berkata:
“Barangsiapa yang angkuh untuk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yang dimarahinya atau yang dimusuhinya maka *kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada الله karena الله adalah Al-Haq*, ucapannya haq, agamanya haq. Al-Haq datangnya dari الله dan kepada-Nya akan kembali. Barangsiapa menyombongkan diri untuk menerima kebenaran bererti dia menolak segala yang datang dari الله dan menyombongkan diri di hadapan-Nya.”
_*Sudah barang tentu segala kebenaran yg datang dr siapapun jua tidak terlepas dari SOP kehidupan iaitu Alqur'an dan Hadis_…

*Mari kita saling mengisi dalam perjalanan hidup didunia ini dengan bersih hati* .. selalu menuju perbaikan kualiti ibadah dihadapan ILAAHI kerana sewaktu kita akan mati kembali kehadhirat ILAAHI .

*اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا ، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا ، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَة*ِ  
_*Wahai الله hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu' dan tawadhu' dan kumpulkanlah aku dihari kiamat dalam golongan orang-orang yg khusyu' dan tawadhu*'_…[ HR.Tirmidzi ]

                     *آمــــــــــــــــــين يَا رَ بَّ الْعَالَمِيْنْ*